Untitled
raw download clone
TEXT
views 20
,
size 8787 b
41. Menuliskan kritik seni rupa
Deskripsi : untuk memperhatikan, menemukan berbagai unsur terkecil seni rupa
Analisis formal : untuk menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya
Interpretasi : penafsiran makna / isi sebuah karya seni meliputi tema, simbol dan tanda yang dimunculkan pada
        karya seni
Evaluasi atau penilaian : untuk menentukan kualitas suatu karya seni

42. Menafsirkan nilai estetis karya seni rupa
Nilai estetis identik dengan keindahan dan keunikan sebuah karya seni rupa. Nilai estetis sebuah karya seni rupa terutama dipengaruhi oleh keharmonisan dan keselarasan penataan unsur-unsur rupanya. Nilai estetis dapat juga bersifat subjektif sesuai selera orang yang melihatnya. Pengalaman pribadi, lingkungan dan budaya dimana seseorang tinggal dapat menyebabkan nilai estetis sebauh karya seni rupa berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya.

Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Nilai estetis yang bersifat subyektif beranggapan keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh saat melihat sebuah karya seni lukis, seseorang dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Sehingga orang tersebut merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya. walaupun orang lain mungkin tidak tertarik pada karya tersebut. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.
Karya seni yang memiliki nilai estetika adalah karya seni yang mengedepankan nilai keindahan dan dapat menggerakkan perasaan seseorang setelah berinteraksi dengan karya tersebut. Contoh lukisan, karya musik orkestra, tari saman.

43. Prosedur pembuatan kritik karya seni rupa
Kritik seni merupakan kegiatan menanggapi karya seni untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni.
Fungsi kritik seni yaitu untuk menjembatani persepsi dan apresiasi karya seni rupa antara seni, karya, dan penikmat seni.
Prosedur pembuatan kritik seni
Deskripsi yaitu tahapan kritik untuk menemukan, mencatat dan mendeskripsikan segala sesuatu yang dilihat apa adanya dan tidak berusaha melakukan analisis atau mengambil kesimpulan. Agar dapat mendeskripsikan dengan baik tentunya harus mengetahui istilah-istilah yang umum digunakan dalam dunia seni rupa.
Analisis formal yaitu tahapan dalam kritik karya seni untuk menelusuri sebuah karya seni berdasarkan struktur formal atau unsur-unsur pembentuknya. Pada tahap ini harus memahami unsur-unsur seni dan prinsip-prinsip penataan atau penempatannya dalam sebuah karya seni.
Interpretasi yaitu tahapan penafsiran makna suatu karya seni mencakup tema yang digarap. Simbol yang dihadirkan dan masalah yang dikedepankan. Penafsiran ini bersifat sangat terbuka, dipengaruhi sudut pandang dan wawasan pemberi kritiknya.
Evaluasi atau penilaian yaitu tahapan kritik untuk menentukan kualitas karya seni jika dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Perbandingan ini dilakukan terhadap berbagai aspek terkait dengan karya tersebut baik aspek formal maupun aspek konteks
Langkah-langkah mengevaluasi atau menilai secara kritis
Mengaitkan sebanyak-banyaknya karya yang dinilai dengan karya yang sejenis.
Menetapkan tujuan atau fungsi karya yang ditelaah.
Menetapkan sejauh mana karya yang ditetapkan menyimpang dari yang telah ada sebelumnya.
Menelaah karya yang dimaksud dari segi kebutuhan khusus dari segi pandang tertentu yang melatarbelakanginya.

44. Menganalisis karakteristik karya seni rupa salah satu tokoh pelukis Indonesia
Tokoh pelukis Indonesia
Affandi (Aliran ekspresionisme)
Beliau melukis dengan menumpahkan cat- cat bercorak ke dalam kanvas, bila kita lihat sekilas, melukis dengan menumpahkan cat-cata di atas kanvas? Memang terlihat ribet dan mubayir bukan? Bahkan tidak segan-segan kita berikan kesan amburadul.
Ya amburadul, itu kalau kita, tapi tidak dengan Bapak Affandi. Beliau akan menggosok motif cat tersebut dengan jarinya sampai sesi finishing dengan hasil yang mempesona.
Affandi digadang-gadang sebagai pelukis Indonesia yang paling terkenal di kancah dunia, berkat gaya ekspresionisnya dan romantisme yang khas. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di Amerika Serikat, Inggris, India dan Eropa.
Ia juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan rendah hati. Pernah pada suatu ketika, kritisi lukisan dari Barat menanyakan apa gerangan aliran-aliran lukisannya. Tanpa disangka ia malah balik bertanya dan meminta kritikus Barat tersebut untuk menjelaskan perihal aliran-aliran yang ada dalam lukisan.
Ciri-cirinya lebih mengungkapkan jenis emosi, emosi bahagia seseorang, ungkapan isi hati atau imajinasi seseorang, goresan-goresannya spontan, saat melukis kebanyakan tanpa menggunakan kuas, sering menjadikan orang sebagai objek lukisannya.
Basuki Abdullah (Aliran naturalisme atau realisme)
Ciri-cirinya sering melukis objek binatang dan manusia, lebih mengutamakan kemiripan objek.
Beliau ialah salah satu pelukis Indonesia yang mengharumkan nama bangsa, sebab pada 6 September 1948, sewaktu penobatan Ratu Yuliana di Belanda Basuki sukses mengalahkan 87 pelukis kaliber internasional dalam suatu sayembara yang diadakan di Amsterdam.
Sujojono
Ciri-cirinya memiliki karakter goresan ekspresif dan bertekstur goresan dan sapuan bagai dituang ke kanvas, lukisan banyak bertema perjuangan, dan setelah kemerdekaan banyak bertema pemandangan alam dan aktivitas kehidupan.
Abdullah Suriosubroto
Abdullah Suriosubroto kerap menjadi perbincangan melalui karya- karya lukis pemandangan alam yang Baliau lukis menggunakan cat minyaknya dengan jarak jauh dan berarogan romantic.
Agus Djaja
Agus Djaja memiliki karakteristik khas dengan corak biru serta merah yang terkesan dengan nuansa magis. Dia pun kerap menuangkan objek wayang dalam tiap karyanya.
RADEN SALEH ( Semarang 1807 – 1880 )
Tokoh-tokoh Seni Lukis IndonesiaSalah satu Pelukis Maestro Legendaris Indonesia pada era sebelum kemerdekaan, saat Indonesia masih dijajah Belanda. Raden Saleh adalah salah satu Pelukis Maestro Indonesia yang diakui sebagai Pelukis kelas Dunia. Karya-karya lukisanya adalah saksi sejarah, banyak menceritakan mengenai situasi pada jaman perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa. Salah satu karya lukisanya yang terkenal adalah “Penangkapan Diponegoro”, Raden Saleh juga memperoleh pengahargaan atas talenta karya seninya, sehingga Beliau memperoleh beasiswa dari pemerintah Belanda untuk Studi di Negara Belanda dan Negara-negara Eropa lainya. Gaya aliran Lukisan saleh adalah gaya Naturalism, Realism dan Klasik. Bisa dikatakan bahwa Raden Saleh merupakan pelopor seni rupa modern Indonesia
S.Sodjojono
Dia sempat menjabat sebagai sekretaris dan juru bicara Persagi. Selain sebagai pelukis, dia juga dikenal sebagai kritikus seni rupa pertama di Indonesia. Lukisanya mempunyai karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas.
Pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema mengenai semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan lalu karya Lukisanya banyak bertema mengenai pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita budaya.
Joko Pekik
Perjalanan hidupnya adalah petualangan getir menuju kesuksesan, sebab kasus LEKRA beliau dikucilkan dari masyarakat, karya-karya lukisanya tidak dihargai hingga pada era reformasi beliau mulai menemukan secercah harapan. Karya-karyanya mulai diapresiasi oleh para pengamat seni, dan beberapa karya Lukisanya yang bertema “Celeng” memperoleh apresiasi yang luar biasa dari para pengamat atau para pecinta Lukisan, sehingga karya Lukisan Joko pekik mulai diburu banyak kolektor dengan harga tinggi. Gaya aliran lukisan karya Joko Pekik masuk dalam gaya aliran lukisan realisme sosialis.

45. Mengkaji nilai estetis karya seni rupa berdasar jenisnya
Nilai objektif adalah nilai estetis atau keindahan seni rupa tersusun dari komposisi yang baik, komposisi warna sesuai, penempatan objek yang membentuk kesatuan, dll.
Nilai subjektif adalah keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang ditangkap oleh mata secara visual tetapi ditentukan oleh selera orang yang melihatnya.
close fullscreen
Login or Register to edit or fork this paste. It's free.