Untitled
raw download clone
TEXT
views 83
,
size 3806 b
112:1 Haleluyah! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Kita harus bangga menjadi pengikut Kristus, kita harus bangga menjadi anak-anak Tuhan. Kita harus bangga menjadi putera-puteri dari Tuhan Yesus Kristus sendiri, dan akan ada beberapa hal kenapa kita bangga.
Judul dari Mazmur ini adalah bahagianya orang benar. Tetapi saya ingin pakai, kita harus bangga menjadi anak Tuhan. Sungguh ku bangga Bapa .. Punya Allah seperti Engkau. Jadi Allah itu menjadi Bapa kita. Sekali lagi, Allah itu Bapa kita. Kalau Allah itu Bapa kita, kita ini bersaudara. Ada yang jadi Insinyur, ada yang jadi dokter tetapi Tuhan menganggap kita, dan bukan menganggap memang fakta, adalah anak-anak-Nya.

Kita bangga menjadi anak Tuhan. Kita bangga menjadi orang kristen karena kita dijadikan orang berbahagia. Yesus berkata, berbahagialah orang yang rendah hati, berbahagialah orang yang suci hatinya, berbahagialah orang yang murah hati, … selalu berbahagia. Sampai mati. Dalam Wahyu 14:13, berbahagialah orang yang mati di dalam Tuhan. Kita bangga menjadi anak Tuhan karena kita memang berbahagia.
Saudara, ada buku yang menulis rahasia menjadi orang berbahagia. Nggak usah kita baca, kita sudah bahagia. Kalau seorang guru silat yang sudah tahu ilmunya maka segala ilmu persilatan, nggak usah lagi baca buku yang pelajarannya sudah sangat dimengerti, nggak usah. Dia sudah jadi suhu, jenggotnya sudah panjang. Demikian juga kita. Kalau kita sudah di dalam Tuhan, kita sudah jadi berbahagia, kita nggak perlu lagi pinjam kebahagiaan dari dunia.
Sekarang bgini, menurut tmn2 ciri2 anak Tuhan bgmna?
Alkitab menegaskan bahwa orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Tuhan akan disebut anak Tuhan.  Kebalikannya, orang yang hidupnya tidak dipimpin oleh Roh Tuhan tidak layak atau bukan disebut anak Tuhan.  Yang dapat menilai dan membuat kesimpulan apakah kita ini layak disebut anak Tuhan adau bukan adalah diri kita sendiri, yaitu dengan jalan mengoreksi diri apakah selama menjalani hidup ini kita mau dan taat sepenuhnya dalam pimpinan Roh Kudus atau tidak.
Ada tertulis:  "Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: 'ya Abba, ya Bapa!'"  (Roma 8:15a).  Orang percaya yang hidupnya dalam pimpinan Roh Kudus tidak lagi dipimpin oleh roh perbudakan.  Namun fakta berkata lain, ada banyak orang Kristen yang mengaku diri sebagai anak Tuhan tapi mereka masih berada dalam belenggu atau diperbudak oleh dosa.  Terbukti mereka masih enggan meninggalkan dosa, suka melakukan hal-hal cemar secara sembunyi-sembunyi, ada pula yang masih terbelenggu oleh adat istiadat, tradisi, jampi-jampi, feng shui, tahayul, ramalan, primbon dan sebagainya.  Menjadi anak Tuhan berarti sudah terlepas secara tuntas dari kuasa kegelapan, alias tidak lagi berkompromi dengan segala hal yang bertentangan dengan firman Tuhan, sebab  "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;"  (Kolose 1:13).  Maka dari itu  "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur."  (Kolose 2:7).
 Di zaman sekarang ini kita perlu ekstra waspada,  "...supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus."  (Kolose 2:8).  Bagaimana caranya?  Kita harus membangun fondasi hidup kita dengan firman Tuhan, dan mengijinkan Roh Kudus menjadi pemimpin dan berhak memerintah hidup kita.  Jika Roh Kudus yang memimpin,  "Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya."  (Mazmur 23:3b).
close fullscreen
Login or Register to edit or fork this paste. It's free.